Kamis, 21 September 2023

'Persimpangan' Cules dan Madridista

Kamis (21/09), malam ini tidur tidak begitu nyenyak, ada banyak faktor yang membuat tidur tak nyaman: Pertama, kepikiran materi untuk acara malam selasa: Miniseminar Maulid Nabi. Kedua, nunggu pertandingan piala Champions (kebetulan tim kesayangan yang main) dan ketiga, faktor paling membuat tidak nyaman: anak kedua dan ketiga sakit panas dan rewel.

Untuk faktor pertama bisa dimaklumi sih, karena yang mengadakan acara adalah guru dan putra guru, jadi saya harus maksimal menyiapkan materi semampu saya agar yang saya sampaikan tidak membuat kecewa dan berharap ada pertolongan dari sang pencipta. 

Ibnu Athoillah berkata dalam Al-Hikam:

ورود الإمداد بحسب الاستعداد

Turunnya pertolongan susuai dengan kesiapan. 

Paling tidak dengan persiapan ini saya sudah berikhtiar untuk memberikan yang terbaik walau sebenarnya saya sendiri kurang begitu pantas untuk menyampaikan materi ini, masih banyak yang lebih ahli.

Faktor kedua, ini cukup menarik saya sampaikan, karena jujur saya seorang Gibol (gila bola), saya menggandrungi sepakbola semenjak kelas 4 SD, saat piala dunia 1998 di Prancis, kebetulan pertandingan pertama adalan Brazil melawan Skotlandia, gaya Jogo Bonito Brazil membuat saya jatuh cinta pada sepakbola negara ini dan semua pemainnya.

Pasca Piala Dunia saya lebih sering nonton sepakbola, dan klub pertama kali yang saya tonton itulah klub yang saya sukai, di Inggris yang pertama kali saya tonton yaitu Arsenal, di Italia Inter Milan, di Spanyol Barcelona, di Jerman Kaiserslautern dan di Eropa Timur dan Asia ada Galatasaray.

Semua klub yang saya sebutkan semua saya dukung sampai sekarang kecuali satu: Barcelona, loh kok bisa berhenti jadi Cules? Iya, karena saya suka Barcelona setelah Rivaldo main di sana, setelah Rivaldo cabut saya sudah jarang nonton Barcelona. Dan ketika Zidane resmi melatih Real, saya malah cinta Real Madrid, wajar jika saya disebut Fans 'Persimpangan' Cules dan Madridista(s). 
Dan untuk EPL sejak 2021 selain Arsenal (Tim yang paling awal saya dukung) juga dukung Newcastle United, tepatnya semenjak diambil alih oleh Raja Salman. Factor lainnya karena band favorit saya, one direction adalah penggemar berat The Magpies, sebutan lain dari Newcastle United. 

Untuk faktor ketiga, adalah faktor yang paling tidak bisa ditebak, sering terjadi dan sulit diprediksi. Di keluarga saya itu unik kalau satu sakit yang lain akan ikut sakit, pernah suatu ketika satu keluarga sakit semua, makanya kalau salah satu dari kami sakit maka cepat-cepat kami bawa pada si embah agar tidak menular sama yang lain. Karena pernah kejadian kami berenam sekeluarga sakit semua. Hehehehe

***

Setelah semalaman gak begitu nyenyak tidurnya, pagi hari saya tidak bisa 'balas dendam' karena kesibukan sudah mengantri, mau gimana lagi, ya nikmati aja, jalani aja, semua akan baik-baik saja. Bismillah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar