Seperti yang telah diceritakan sebelumnya, dua hari yang lalu jadwal acara padat, mengisi mini seminar umariyah dengan tema 'Ngaji Kisah-Kisah Maulid' setelah itu OTW ke Situbondo gantian nyetir sama sepupu, capek banget, untung pas malamnya gak nyetir, kalau sampai nyetir mungkin pagi harinya masuk koran... Hehehehe
***
Plong.... Lega rasanya bisa melewati hari ini lancar sesuai rencana, Alhamdulillah. Presentasi sesuai dengan harapan walaupun tidak sempurna.
Iya, seperti yang kami ceritakan sebelumnya, malam Selasa, kami dapat punya tugas Presentasi Ilmiah dengan tema "Ngaji Kisah-Kisah Maulid".
Yang dibahas dalam presentasi kali ini adalah membedah tiga kitab maulid yang populer di Indonesia: Maulid Syaraful Anam (Lebih tepatnya Syarrafal Anam), Ad-Dibai dan Al-Barzanji.
Sebelum membedah ketiga kitab itu, pertama-pertama yang kami sampaikan adalah manfaat pembacaan maulid khususnya pada generasi muda.
Pembacaan maulid punya banyak manfaat:
Pertama, menanamkan rasa cinta pada Nabi kepada para pendengarnya sehingga tak ada mahkluq yang lebih dijadikan idola dibanding Nabi.
Dengan dibacakan kisah nabi, maka otomatis membuat pendengar tahu akan perjuangan nabi sehingga mereka lebih punya alasan untuk mengagumi nabi.
Allah Taala berfirman:
وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. (QS. Hud : 120)
Kedua, lebih banyak Rahmah yang datang, Syaikh Abi Abdillah Ar-Rasha berkata:
تنزل الرحمة عند ذكره صلى الله عليه وسلم
Rahmah akan turun saat penyebutan nabi Muhammad
Hal itu bisa dinalar karena saat penyebutan asma nabi maka otomatis shalawat juga akan disebutkan.
Ketiga, meneladani kisah hidup nabi: Allah berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (Al-Ahza: 21)
Dan masih banyak lagi. Yang jelas pembacaan maulid, apalagi ditambah sedekah dan pembacaan shalawat merupakan sarana untuk membuktikan kecintaan kita pada nabi Muhammad.
Ibnul Hajj Almaliki berkata:
ومن تعظيمه الفرح بليلة ولادته وقراءة المولد
Termasuk bagian mengagungkan Rasulullah adalah bergembira di malam kelahirannya dan membacakan maulid.
Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat dibanggakan oleh nabi kelak di Akhirat. Amiiiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar