Rabu, 27 September 2023

Hikmah Maulid

Kamis (28/09) Setelah dua hari vakum menulis, akhir punya kesempatan lagi untuk menulis, sebenarnya sudah agak lelah dan malas sih untuk nulis, tapi kalau tidak dipaksakan, maka saya tidak akan bisa melanjutkan komitmen untuk konsisten menulis. 

Seperti yang telah diceritakan sebelumnya, dua hari yang lalu jadwal acara padat, mengisi mini seminar umariyah dengan tema 'Ngaji Kisah-Kisah Maulid' setelah itu OTW ke Situbondo gantian nyetir sama sepupu, capek banget, untung pas malamnya gak nyetir, kalau sampai nyetir mungkin pagi harinya masuk koran... Hehehehe

***

Plong.... Lega rasanya bisa melewati hari ini lancar sesuai rencana, Alhamdulillah. Presentasi sesuai dengan harapan walaupun tidak sempurna.

Iya, seperti yang kami ceritakan sebelumnya, malam Selasa, kami dapat punya tugas Presentasi Ilmiah dengan tema "Ngaji Kisah-Kisah Maulid".

Yang dibahas dalam presentasi kali ini adalah membedah tiga kitab maulid yang populer di Indonesia: Maulid Syaraful Anam (Lebih tepatnya Syarrafal Anam), Ad-Dibai dan Al-Barzanji.
Sebelum membedah ketiga kitab itu, pertama-pertama yang kami sampaikan adalah manfaat pembacaan maulid khususnya pada generasi muda.
Pembacaan maulid punya banyak manfaat:
Pertama, menanamkan rasa cinta pada Nabi kepada para pendengarnya sehingga tak ada mahkluq yang lebih dijadikan idola dibanding Nabi. 

Dengan dibacakan kisah nabi, maka otomatis membuat pendengar tahu akan perjuangan nabi sehingga mereka lebih punya alasan untuk mengagumi nabi. 

Allah Taala berfirman: 

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. (QS. Hud : 120)

Kedua, lebih banyak Rahmah yang datang, Syaikh Abi Abdillah Ar-Rasha berkata:

تنزل الرحمة عند ذكره صلى الله عليه وسلم 

Rahmah akan turun saat penyebutan nabi Muhammad

Hal itu bisa dinalar karena saat penyebutan asma nabi maka otomatis shalawat juga akan disebutkan. 

Ketiga, meneladani kisah hidup nabi: Allah berfirman:

 لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (Al-Ahza: 21)

Dan masih banyak lagi. Yang jelas pembacaan maulid, apalagi ditambah sedekah dan pembacaan shalawat merupakan sarana untuk membuktikan kecintaan kita pada nabi Muhammad. 

Ibnul Hajj Almaliki berkata:

ومن تعظيمه الفرح بليلة ولادته وقراءة المولد 

Termasuk bagian mengagungkan Rasulullah adalah bergembira di malam kelahirannya dan membacakan maulid. 

Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat dibanggakan oleh nabi kelak di Akhirat. Amiiiin 

Minggu, 24 September 2023

Kalau Sudah Rejeki Tidak Akan Kemana

Ahad (23/09) Kepala Madin ngajak malam mingguan bersama juarawan Porsadin FKDT ke VI, sangat meriah, makan gratis bareng keluarga, di Masjid Merah Pandaan, lokasi wisata kuliner yang cukup populer, enaknya kalau makan disana dekat masjid dengan toilet yang bersih, juga ada wahana permainan keluarga, seru pokoknya.

Setelah pulang, saya gak boleh tidur karena ada pekerjaan menumpuk yang harus diselesaikan. Sebagai ikhtiar saya persiapkan kopi untuk melek malam, agar target bisa tercapai. 

Imam Syafi'i berkata:
بقدرِ الكدِّ تكتسبُ المعالي ومن طلب العلا سهر الليالي  
Dengan kadar kepayahan kemuliaan bisa digapai, orang yang mencari kemuliaan akan selalu begadang malam. 

Paginya menjalani rutinitas seperti biasa, saat dah sampai di PPS, kami dapat kabar kalau teman kami ada yang dapat Beasiswa Psikologi.

Memang untuk yang Sarjana Psikologi masih sedikit di pondok, cuma mas Syamsul saja yang bergelar Psikolog. Oleh karenanya pondok memberi beasiswa Psikologi untuk Pengurus LPBK sebanyak lima paket: tiga paket S2 dan satu dua paket S1.

Untuk Beasiswa S2 semua pengurus LPBK dapat, khusus saya karena saya sudah kuliah Magester Pendidikan, maka Beasiswa S2 nya gak jadi, tapi masih diusahakan dapat Beasiswa Menejemen Pendidikan, sesuai jurusan yang saya pilih.

Beasiswa S1 didapat oleh TU LPBK dan Mas Sa'dulloh, wakil kami kemarin saya jadi Sie Khotmil Quran. Menurut saya mereka berdua layak dapat beasiswa karena dalam menghadapi masalah mereka bisa menemukan solusi yang paling tepat.

Untuk TU LPBK Beasiswa ini sangat membahagiakan dan diluar dugaan, karena dia sendiri sudah daftar ikut S1 Pendidikan Agama Islam, sebenarnya dia bisa saja ikut kuliah dua jurusan sekaligus, tapi karena alasan finansial dan biar lebih fokus, PAI dia lepas. Kalau sedah rejeki gak akan kemana. 

Terlihat mimik bahagia saat dapat SK beasiswa dari sekum, bahkan dia langsung menteraktir kita dengan nasi kebuli. 

Si TU LPBK memang luar biasa sih orangnya selain sabar juga pengertian orangnya, bisa menempatkan diri di hadapan atasan.

***

Hari ini adalah H - 2, sudah mulaj ngebut, duduk fokus di depan laptop sampai kadang lupa makan. Dua hari lagi jadi pembicara tentang maulud, semoga diberi kelancaran. Amin ya Rab. 

Sabtu, 23 September 2023

Usaha Tak Pernah Mengkhianati Hasil

Sabtu (23/09) Pagi-pagi harus bergegas karena si merah mau jajan (istilah jajan digunakan oleh anggota komunitas untuk mobil yang minta servis) karena mau dibuat perjalanan jauh, liburan ada janji dengan teman di Situbondo, mobil harus dalam keadaan sehat wal afiat.

Pukul 08.30 WIB kami sampai di Lawang untuk Tune UP mobil dan ganti oli. Cukup lama kami di sana sekitar 2,5 jam. Mobil kami termasuk ukuran mobil lawas, keluaran tahun 2001, jadi harus sering-sering check up ada tetap nyaman untuk dibuat perjalanan panjang. 

Setelah servis mobil saya langsung lanjut ke pondok untuk melaksanakan aktifitas seperti biasa, untung hari ini rapatnya pas setelah sekolah. Jadi bisa beristirahat sebentar dan berangkat bakda dzuhur. 

***

Di lain tempat, teman-teman santri Alhafidzoh sedang berjuang dalam lomba antar madin di Kecamatan Wonorejo, untuk lomba yang saya mentori, baca kitab, saya yakin bisa bersaing asal bermain bersih. Dengan usia 12 tahun, bisa makna kitab kosong, bisa menerjemahkan dan bisa menjawab pertanyaan adalah sebuah hal yang luar biasa, tinggal mental yang perlu diperkuat, dan itu tugas utama saya: Memberikan arahan agar bisa mengendalikan mental saat sudah bertarung di medan perlombaan. 

Sore harinya saya dapat pesan bahwa teman-teman banyak yang dapat juara, untuk baca kitab dapat juara, alhamdulillah. Memang usaha tak akan pernah mengkhianati hasil, seperti kata pepatah:

من زرع حصد

Barang siapa yang menanam pasti dia akan menuai

Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) yang diikuti oleh Pondok Pesantren Putri Alhafidzoh berakhir manis.

Porsadin adalah pekan lomba yang diadakan oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), kebetulan sekarang adalah Porsadin ke-VI diadakan di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini. Pondok Pesantren Putri Alhafidzoh sendiri mengirim 7 orang lomba dan semuanya juara Alhamdulillah 5 dapat juara, benar-benar melebihi ekspektasi, mengingat kami baru ikut lomba ini pertama kali.

Sebagai tasyakkuran, kepala madin memutuskan untuk mengajak wisata kuliner kami semua, juarawan, pembimbing, pengawas dan pelatih semuanya ikut. 

Anak-anak antusias mengikuti, mengingat mereka kebanyakan ndeso, jadi ikut wisata kuliner adalah sebuah keistimewaan tersendiri, bahkan bisa jalan-jalan itu sudah wah bagi mereka. 

Saya sendiri sebenar senang banget, cuma pikiran rada tidak nyambung karena memikirkan presentasi malam selasa.
Kemarin-kemarinnya sudah ngebut sih, sampai gak tidur malam, tapi malah ngedrop, mau sakit, malah bisa-bisa gak mengikuti presentasi. Daripada nanti sakit, mending belajar sesuai proporsi, selain itu waktu digunakan untuk istirahat. Jadi teringat maqolah Imam Al-Ghazali:

كل ما تجاوز عن حده انعكس إلى ضده

Setiap sesuatu yang melebihi batasnya maka akan berubah menjadi kebalikannya. 

Maka itu saya mulai menerapkan prinsip smart work not hard work. Agar waktu yang ada bisa efisien dengan hasil yang sesuai target.

Aminnn



Jumat, 22 September 2023

UEL, LPBK dan FKDT

Jumat (22/09), mata gak bisa terpejam, tertuju ke jam dinding yang terdengar sayup sayup suara detiknya, jam menunjukkan pukul 1.30 Istiwak, di ujung sana ada suara air PDAM sudah mulai normal kembali setelah satu hari mati total, paling merepotkan bagi saya adalah hidup tanpa air, karena air adalah sumber dari segala kehidupan. Allah berfirman:

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ

Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup [QS Al-Anbiya:30]

Akhirnya saya berinisiatif mengambil laptop lagi untuk melanjutkan pencarian refrensi tiga hari mendatang.

Sambil buka laptop, saya iseng buka pertandingan UEL, ternyata Liverpool menang, West Ham juga menang, dan yang tak terduga, Brighton kalah bersama Aston Villa.
Setelah pertandingan berakhir, mata terasa ngantuk, namun tetap saya harus menyelesaikan persiapan 3 hari mendatang. 

Pagi harinya setelah antar jemput anak ke sekolah, saya mengantar orang tua, yang mengeluh sakit, ortu saya usianya 63 tahun sudah sepuh ukuran orang Pasuruan. 

Abah adalah putra ke dua dari empat bersaudara bani lutfi yang masih hidup (kalau total semua sama yang sudah meninggal ada sebelas orang). Memang orang kuno anaknya banyak-banyak, umik saya saja 8 orang bersaudara. 

Setelah mengantar abah periksan, saya rehat untuk melaksanakan salat jumat, kemudian lanjut rapat online LPBK (singkatan dari Lembaga Psikologi dan Bimbingan Konseling), 
LPBK adalah lembaga khusus yang berada di naungan pondok pesantren sidogiri yang menangani Psikologi dan Konseling. 

Selain itu LPBK juga punya pelayan khusus Hipnoterapi dan Ruqyah sebagai alternatif ketika cara Psikologi dan Konseling Sudah mentok. Alhamdulillah banyak hasilnya, terutama anak yang sedang terkena masalah namun tidak mau mengungkapkan masalahnya, atau dicurigai mencuri namun tidak mengaku, dengan dihipnoterapi, dia akan mengaku sendiri, dengan berbicara dibawah alam sadarnya. 

Habis rapat langsung cabut ke Pasuruan kota untuk belanja kebutuhan maulid sambil ngajak anak-anak jalan-jalan. 

Setelah pulang  rehat sejenak untuk shalat maghrib kemudian lanjut melatih teman-teman santri yang akan ikut lomba Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), kebetulan saya dipasrahi melatih baca kitab. Selesai semua lanjut berangkat ke pulau kasur dan tidur.

***

Diluar dugaan, hari libur kali ini terasa lebih padat dari hari-hari biasanya. Semoga menjadi berkah dan lillah, seperti dawuh Nabi pada Sayidatina Aisyah:

أجرك على قدر نصبك

Pahalamu sesuai kadar lelahmu
[HR: Al-Bukhari & Muslim]

Wallahu A'lam

Kamis, 21 September 2023

'Persimpangan' Cules dan Madridista

Kamis (21/09), malam ini tidur tidak begitu nyenyak, ada banyak faktor yang membuat tidur tak nyaman: Pertama, kepikiran materi untuk acara malam selasa: Miniseminar Maulid Nabi. Kedua, nunggu pertandingan piala Champions (kebetulan tim kesayangan yang main) dan ketiga, faktor paling membuat tidak nyaman: anak kedua dan ketiga sakit panas dan rewel.

Untuk faktor pertama bisa dimaklumi sih, karena yang mengadakan acara adalah guru dan putra guru, jadi saya harus maksimal menyiapkan materi semampu saya agar yang saya sampaikan tidak membuat kecewa dan berharap ada pertolongan dari sang pencipta. 

Ibnu Athoillah berkata dalam Al-Hikam:

ورود الإمداد بحسب الاستعداد

Turunnya pertolongan susuai dengan kesiapan. 

Paling tidak dengan persiapan ini saya sudah berikhtiar untuk memberikan yang terbaik walau sebenarnya saya sendiri kurang begitu pantas untuk menyampaikan materi ini, masih banyak yang lebih ahli.

Faktor kedua, ini cukup menarik saya sampaikan, karena jujur saya seorang Gibol (gila bola), saya menggandrungi sepakbola semenjak kelas 4 SD, saat piala dunia 1998 di Prancis, kebetulan pertandingan pertama adalan Brazil melawan Skotlandia, gaya Jogo Bonito Brazil membuat saya jatuh cinta pada sepakbola negara ini dan semua pemainnya.

Pasca Piala Dunia saya lebih sering nonton sepakbola, dan klub pertama kali yang saya tonton itulah klub yang saya sukai, di Inggris yang pertama kali saya tonton yaitu Arsenal, di Italia Inter Milan, di Spanyol Barcelona, di Jerman Kaiserslautern dan di Eropa Timur dan Asia ada Galatasaray.

Semua klub yang saya sebutkan semua saya dukung sampai sekarang kecuali satu: Barcelona, loh kok bisa berhenti jadi Cules? Iya, karena saya suka Barcelona setelah Rivaldo main di sana, setelah Rivaldo cabut saya sudah jarang nonton Barcelona. Dan ketika Zidane resmi melatih Real, saya malah cinta Real Madrid, wajar jika saya disebut Fans 'Persimpangan' Cules dan Madridista(s). 
Dan untuk EPL sejak 2021 selain Arsenal (Tim yang paling awal saya dukung) juga dukung Newcastle United, tepatnya semenjak diambil alih oleh Raja Salman. Factor lainnya karena band favorit saya, one direction adalah penggemar berat The Magpies, sebutan lain dari Newcastle United. 

Untuk faktor ketiga, adalah faktor yang paling tidak bisa ditebak, sering terjadi dan sulit diprediksi. Di keluarga saya itu unik kalau satu sakit yang lain akan ikut sakit, pernah suatu ketika satu keluarga sakit semua, makanya kalau salah satu dari kami sakit maka cepat-cepat kami bawa pada si embah agar tidak menular sama yang lain. Karena pernah kejadian kami berenam sekeluarga sakit semua. Hehehehe

***

Setelah semalaman gak begitu nyenyak tidurnya, pagi hari saya tidak bisa 'balas dendam' karena kesibukan sudah mengantri, mau gimana lagi, ya nikmati aja, jalani aja, semua akan baik-baik saja. Bismillah

Rabu, 20 September 2023

Rabu yang penuh semangat

Rabu (20/09), hari ini saya mengawali pagi hari dengan penuh semangat, lebih optimis dari hari-hari sebelum dan hari yang penuh gairah, karena saya ada target tersendiri yang perlu saya gapai setiap harinya.

 
Hari ini, hari rabu, adalah hari spesial untuk memulai aktifitas yang baru, dalam kitab taklim disebut sebuah maqolah:


ما بدئ بشيء يوم الأربعاء إلا تم

Tak ada sesuatu yang dimulai pada hari rabu kecuali akan sempurna.

Oleh karenanya saya berharap ini adalah awal perubahan yang positif, hingga bisa selesai secara sempurna semua hal yang telah direncanakan.

 
***

Seperti biasa, bakda subuh ada rutinan semaan alfiyah dari teman-teman santri, dilanjut jemput anak di rumah mbahnya, setelah itu mengantar mereka ke sekolah. Urusan anak selesai, ganti nganter istri belanja kebutuhan dapur dan kebutuhan keluarga, setlah itu mengurus diri sendiri: mandi dan berangkat ke pondok. 

Kira-kira seperti itu rutinitas saya setiap harinya. Untuk hari-hari tertentu mungkin bisa lebih padat dari hari ini karena berangkat lebih pagi dan pulang lebih malam.

 
Walau kelihatan melelahkan tapi saya menikmati karena berkhidmah pada pondok itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri, bisa dekat guru, bisa membantu guru dalam mendidik santrinya, dekat dengan orang-orang alim dan lain-lain.


Anak istri juga sudah memaklumi, kalau ada tugas dari pondok, pasti mereka mengalah dan menyuruh saya untuk cepat-cepat bergegas ke pondok. Memang sih awal-awalnya menikah istri kaget dengan hal ini,  hari pertama perikanan kami saja sudah ditinggal ngantor ke pondok, lebih-lebih mertua seakan gak terima anaknya ditinggal-tinggal. Saya sih gak peduli akan semua itu, karena teringat dawuh guru "Kalau punya istri biasakan ditinggal, biar nanti terbiasa kalau ada tugas". Dan ternyata benar setelah terbiasa, walaupun tengah malam ditinggal ke pondok mereka gak mempermasalahkan.

***


Hari ini terasa beda, ada semangat mengejar target, sejak kemarin saya sudah menetapkan target apa saja yang harus saya capai dalam hidup, dan alhamdulillah semua aktifitas jadi lebih bermakna, lebih dari itu saya niati aktivitas saya Li i'lai kalimatillah, dengan harapan hidup menjadi penuh berkah. Aminnn

Selasa, 19 September 2023

Kisahku di hari Selasa

Kemarin, Selasa (20/09) terasa mengagetkan, saya resmi berhenti (dan diberhentikan) dari bagian tim tulis majalah pondok. 

Sebenarnya saya masih cinta sih pada instansi ini, bisa dikatakan masih bisa loyal, karena saya berhutang budi pada instansi ini, karena mengajarkan menulis, public speaking dan banyak hal yang lain, juga yang paling tidak saya lupakan, instansi ini punya andil dalam mengangkat saya lagi menjadi staf pengajar pondok pesantren sidogiri setelah resmi boyong (yang seharusnya kalau boyong tidak bisa jadi guru). I Can Only Say Jazakumullah Ahsanal Jazak, khususnya pada pak Pemred. 

Namun, - seperti kata pepatah: "Ilmu bela diri memang penting, tapi Ilmu sadar diri jauh lebih penting" -, saya menyadari loyalitas saja tidak cukup, cinta saja tidak cukup, butuh namanya kualitas yang mumpuni. Apesnya.... kualitas menulis saya semakin hari semakin menurun, jadi apalah dikata, mau tidak mau saya harus menerima kenyataan ini, dan mengambil hikmah dari semua yang terjadi. Paling tidak dengan ini saya jadi sadar kalau saya harus belajar lagi, menajamkan lagi gaya menulis saya, agar tidak terjebak di zona nyaman lagi, seperti yang saat ini saya lalui. 

Terima kasih semuanya, terimakasih atas kebersamaannya, terima kasih atas ilmunya dan terima kasih atas kepercayaannya. 
Jazakumullah Ahsanal Jazak. 

***

Note: 
Ini mungkin hal yang jarang saya lakukan yaitu menulis blog dan curhat hal-hal yang sedih, tentu hal itu bukan karena saya gak punya pernah sedih ataupun gak punya blog pribadi, tentu bukan itu..

Memang sebelumnya sengaja selalu posting yang bahagia-bahagia saja, agar setan dan semua musuh kita tak ada kesempatan untuk bahagia karena melihat kesedihan kita, Ibnul Qayyim berkata:
ولا شيء احب الى الشيطان من حزن المؤمن لذلك افرحوا واستبشروا وتفاءلوا وأحسنوا الظن بالله وثقوا بما عند الله وتوكلوا عليه وستجدون السعادة

Artinya: "Tak ada hal yang lebih membahagiakan setan melebihi kesedihan seorang mukmin, karena itulah, bergembiralah, tetap optimis, bebaik sangka pada Allah, percayalah pada ketetapan Allah dan bertawakkallah, niscaya kalian akan bahagia" 

Namun saat ini, sedikit pengecualian. Saya ingin menulis semua hal yang tertanam di pikiran, agar pikiran bisa jernih lagi sehingga aktivitas sehari-hari bisa berjalan lancar tanpa terganggu rasa stres, seperti kata psikolog "Menulis dapat menghilangkan rasa stres". 

So, saya berkomitmen untuk selanjutnya untuk menjadi penulis lepas, untuk melatih ketajaman tulisan saya dan merefrefresh pikirkan yang sedang kalut. Wallahu A'lam